Di daerah Mungkid, nampak beberapa warga mengeruk lumpur di tepi jalan menggunakan cangkul dan mengangkutnya dengan gerobak kecil. Namun, karena hujan abu masih mengguyur, debu vulkanik itu pun kembali menempel di jalanan, bercampur air berubah menjadi lumpur, dan membuat licin jalanan.
Kemarin aku sendirian di dunia ini dan kesendirianku sebengis kematian. Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara di dalam pikiran malam. Hari ini aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan sekecup ciuman.
Showing posts with label Fakta dan Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fakta dan Fenomena. Show all posts
Monday, November 15, 2010
Ulah Merapi: Magelang Menjadi Kota Mati
Di daerah Mungkid, nampak beberapa warga mengeruk lumpur di tepi jalan menggunakan cangkul dan mengangkutnya dengan gerobak kecil. Namun, karena hujan abu masih mengguyur, debu vulkanik itu pun kembali menempel di jalanan, bercampur air berubah menjadi lumpur, dan membuat licin jalanan.
Labels:
Fakta dan Fenomena
Sunday, September 26, 2010
Greatness of Allah and The Truth of Al Quran
If you include people who likes to watch TV design `Discovery 'must know Mr.Jacques Yves Costeau, he was an expert scuba oceanografer and leading experts from France. White-haired old man who was throughout his life to dive into a variety of ocean floor around the world and make a documentary film about the natural beauty of the sea floor to be watched around the world.
On a day when you're doing exploration under the sea, he suddenly encountered some fresh spring collection-a very savory taste fresh because it does not mix / do not merge with the salty sea water around it, as if there are no walls or membranes that restrict both.
وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخاً وَحِجْراً مَّحْجُوراً
"And he who let the two seas that flow (adjacent); that is fresh and fresh again another bitter salty again, and He made between them and the boundary walls that block".
Labels:
Fakta dan Fenomena
Tuesday, July 27, 2010
Climate Change and Global Impoverishment
The role of civil society more and more apparent on the face of the earth. Through his role, the various state governments continue to commit and real acting to reduce climate change impacts. As revealed by Ben of the GCAP International in the National Workshop on Poverty, Environment, and Climate Change in Bale 2 Kampung CSF, Tuesday morning (4 / 12), "Quite interesting watching the development of civil society movement in Australia. Moreover, with lowered John Howard, prime minister who does not care about the environment and are reluctant to ratify the Kyoto Protocol. "
In this discussion, present as a speaker is Ben (Global Call to Action Against Poverty International), Titi Hartini (GCAP Indonesia), Revelation (International NGO Forum on Indonesian Development), and Fabby Tumiwa (Institute for Essential Services Reform), which is also a one representative delegation of the Republic of Indonesia in COP 13. They highlighted the links between environmental issues and poverty resulting from global climate change.
In this discussion, present as a speaker is Ben (Global Call to Action Against Poverty International), Titi Hartini (GCAP Indonesia), Revelation (International NGO Forum on Indonesian Development), and Fabby Tumiwa (Institute for Essential Services Reform), which is also a one representative delegation of the Republic of Indonesia in COP 13. They highlighted the links between environmental issues and poverty resulting from global climate change.
Labels:
Fakta dan Fenomena
Manajemen Bencana
Fenomena alam yang terjadi dewasa ini sungguh tak dapat diduga sampai-samapai rasio kita tidak sampai. Kejadian alam yang terjadi dewasa ini sangat beragam, siapa yang salah??? Peristiwa alam ini lebih banyak dipicu oleh sentuhan tangan manusia baik yang legal maupun yang ilegal. Bencana yang merenggut nyawa, harta, dan dampak trauma psikologis yang mendalam akan duka cita, dan meninggalkan monumen murka alam bagi yang pelaku yang mengalaminya.Bencana ini akan menjadi pelajaran sekaligus guru yang berharga bagi masyarakat, selain berserah diri pada-Nya juga ada suatu upaya kongkrit yang dilaksanakan secara faktual dalam memahami dan mengantisipasi kondisi alam secara teoretis logis, salah satu wujudnya melalui konservasi alam perbukitan yang akan menjadi kawasan penyangga (daerah resapan dan cadangan air) kehidupan manusia dan ekosistem lainnya. Bentuk upaya kongkrit publik tersebut adalah berbagi peran dalan pelaksanaan pemeliharaan kawasan hijau, posisi birokrat sebagai pelaksana dan pembuat policy diharapkan dapat mengakomodir persoalan serta melegitimasi hak masyarakat. Gerakan yang sinergitas antara masing-masing elemen komponen tersebut dalam menyelamatkan alam lingkungan,yang diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif pasca bencana. Pemulihan (recovery) kondisi masyarakat pasca bencana akan lebih solid ketika kita mencoba membangun manajemen bencana (management disaster) agar siklus normalisasi kehidupan termasuk rehabilitasi tercapai dengan rentang waktu yang sesingkat-singkatnya.
Labels:
Fakta dan Fenomena
Thursday, July 22, 2010
Perubahan Nilai Kebutuhan Ekonomi
Apakah kita ingat saat masih sekolah SD, SMP, dan SMA dulu? Pada mata pelajaran IPS kita mengenal ada kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
Kebutuhan primer saat itu yaitu sandang dan pangan, kebutuhan sekunder adalah pakaian dll, dan tersier adalah barang-barang mewah.
Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, ada perubahan pada nilai yang terkandung untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Entah karena gaya atau memang untuk mencukupi kebutuhan hidup?
Perubahan nilai ini terjadi di kebutuhan primer dan tersier. Kita tak pernah merasakan bahwa hal ini berubah. Tapi inilah fenomena yang dirasakan di dunia.
Perubahan jaman adalah jawabannya. Kita mengakui hal itu. inilah yang menjadikan perubahan nilai pada tingkat kebutuhan manusia saat ini.
Barang-barang mewah saat ini tidak dianggap mewah, karena setiap manusia mampu menjangkaunya. Terjangkaunya harga barang-barang mewah menjadi hal penting pada faktor perubahan nilai ini. Selain itu memungkinkan adanya dorongan internal supaya bergaya hidup mewah, suatu hal yang manusiawi.
Kebutuhan primer saat itu yaitu sandang dan pangan, kebutuhan sekunder adalah pakaian dll, dan tersier adalah barang-barang mewah.
Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi, ada perubahan pada nilai yang terkandung untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Entah karena gaya atau memang untuk mencukupi kebutuhan hidup?
Perubahan nilai ini terjadi di kebutuhan primer dan tersier. Kita tak pernah merasakan bahwa hal ini berubah. Tapi inilah fenomena yang dirasakan di dunia.
Perubahan jaman adalah jawabannya. Kita mengakui hal itu. inilah yang menjadikan perubahan nilai pada tingkat kebutuhan manusia saat ini.
Barang-barang mewah saat ini tidak dianggap mewah, karena setiap manusia mampu menjangkaunya. Terjangkaunya harga barang-barang mewah menjadi hal penting pada faktor perubahan nilai ini. Selain itu memungkinkan adanya dorongan internal supaya bergaya hidup mewah, suatu hal yang manusiawi.
Handphone, komputer, mobil, dan motor adalah beberapa contoh dari barang-barang mewah. Tapi saat ini semuanya bisa dijangkau oleh lapisan masyarakat. Itulah perubahan nilai yang terjadi pada saat ini. Semua benda-benda itu menjadi kebutuhan primer manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Labels:
Fakta dan Fenomena
Subscribe to:
Comments (Atom)
